Ahok Hingga Habib Rizieq Diterima Masuk PDIP

oleh
Habib Rizieq Shihab

Jakartaandonesia.com – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Organisasi Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan bahwa mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan bergabung ke PDIP.

Hal itu diungkapkan Djarot dalam acara konsolidasi partai di kantor DPC PDIP Sleman, Yogyakarta, Senin (25/11) kemarin.

Dikonfirmasi soal itu, politisi PDI Perjuangan Aria Bima menyatakan bahwa PDI Perjuangan adalah partai terbuka. Menurut dia, siapa pun bisa diterima untuk masuk.

Hanya, lanjut dia, syaratnya harus memiliki fondasi perjuangan yang sama yaitu Pancasila, menjunjung kebhinekaan, dan UUD 1945. Setelah resmi masuk maka tugas selanjutnya adalah bagaimana memperkuat itu.

“Jadi jangankan Ahok, mau Habib Rizieq, mau Munarman, mau Kapitra, silakan. Karena PDI Perjuangan adalah rumah kebangsaan,” kata Aria di Posko Cemara, Menteng, Selasa (27/11).

“Yang lain juga bisa masuk, asalkan itu tadi, atapnya NKRI, pondasinya Pancasila, dan pilarnya adalah kebhinekaan dan UUD 45. Siapa pun, kita bisa bicara nanti dalam satu keluarga besar,” sambun Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf ini.

Aria membantah, masuknya Ahok adalah upaya partai dalam mendongkrak elektabilitas di Pemilu nanti. Hal utama yang dibicarakan adalah memperkuat rumah kebangsaan, bukan menang kalah dalam Pemilu.

“Kapitra Ampera [caleg PDI Perjuangan] masuk, yang dulu berseberangan dengan Ahok. Nah nanti kalau dua-duanya masuk, kan enak dalam satu rumah. Nanti bisa membangun konsensus dalam suatu rumah kebangsaan yakni PDI Perjaungan,” tegasnya.

Djarot mengaku sudah mendengar langsung niat Ahok masuk ke PDIP. Mulanya, Djarot bercerita tentang isu bahwa banyak ‘Ahokers’ yang golput di Pilpres 2019 dan meminta agar Ahok meyakinkan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *