Andi Arief: SBY Harus Dilindungi Jokowi Dari Media Hong Kong, Asia Sentinel

oleh -311 views
Andi Arief: SBY Harus Dilindungi Jokowi Dari Media Hong Kong, Asia Sentinel
Andi Arief dan Presiden Joko Widodo

JAKARTA, ANDONESIA.COM – Media Hong Kong, Asia Sentinel dalam pemberitaannya menuding Susilo Bambang Yudoyono (SBY) terlibat dalam kasus korupsi bank Century yang terjadi beberapa tahun lalu.

Menurut Andi Arief selaku Wakil Sekjen Partai Demokrat meminta supaya Jokowi tidak tinggal diam. Menurutnya, Jokowi harus melindungi SBY sebagai etika kepada pendahulunya sebagai presiden. Bahkan menurutnya, apa yang dilakukan media asing terhadap SBY merupakan hasil konspirasi dengan orang-orang di sekitar Jokowi.

“Pak Jokowi jangan diam. Bukan semata secara etik bapak harus melindungi Presiden sebelumnya dari fitnah. Tetapi pelaku fitnah ini secara konspiratif mereka berada di sekitar chamber bapak,” kata Andi dalam akun Twitternya, @AndiArief.

Menurut Andi Arief di kicauan twitter pribadinya, masih ada hubungannya dengan Lin Neuman, mantan pendiri Jakarta Globe, media di bawah Grup Lippo yang bekerja di Asia Sentinel.

Rachland Nashidik yang juga sebagai Wasekjend Demokrat, sebut Neumann adalah Co-Founder Asia Sentinel, blog yang berbasis di Hongkong penyebar kabar bohong prihal SBY dan Partai Demokrat.

Rachland melalui akun twitternya juga mengunggah foto Neumann bersama Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko serta Jokowi.

Tidak hanya berhenti di situ, Rachland juga ungkit nama bos Grup Lippo James Riady di kasus ini.

“Linn Neumann adalah salah satu editor Asia Sentinel. Namanya kini hilang dari susunan editor blog berbasis di Hongkong yang menulis laporan bohong tentang SBY dan Partai Demokrat. Neumann adalah founding editor dari Jakarta Globe — media lokal yang dicukongi James Riady,” kata Rachland.

Andi Arief juga mempertanyakan apabila Demokrat melaporkan James Riady serta Kantor KSP, juga Lin Neumann ke penegak hukum, akan diproses?

Pihak Istana Tanggapi Terkait Kasus Media Asing

Pihak Istana melalui Johan Budi selaku juru bicara kepresidenan membantah Joko Widodo berada di balik permasalahan Partai Demokrat dengan pemberitaan Asia Sentinel.

“Saya kira tidak ada hubungannya sama sekali. Di mana letak kesimpulan mem-backing? Harus ada data valid baru disimpulkan ada hubungan dengan Istana,” kata Juru Bicara Presiden Johan Budi di Kantor Presiden, Selasa (18/9).

Foto Neumann dengan Jokowi itu menurutnya tidak bisa jadi dasar valid mencurigai keterlibatan dalam kasus kedua pihak yang sekarang sedang ditangani Dewan Pers.

“Mungkin pas ramai-ramai ada pertemuan. Yang ketemu banyak Pemred jangan kemudian disimpulkan ke situ. Jauh sekali. Itu namanya jumping conclusion,” tutur mantan Jubir KPK ini.

Johan menegaskan, Presiden Jokowi atau pihak Istana tidak ada kepentingan kepada Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono hingga harus ada dalam pemberitaan yang dinilai fitnah oleh Demokrat.

Bahkan menurut Johan, selama ini Jokowi dan SBY selalu berhubungan baik.

“Hubungan Pak SBY dengan Pak Jokowi baik-baik saja. Tidak ada hal yang dipertentangkan. Kalau menyimpulkan lagi Istana itu Pak Presiden, sekali lagi jangan semua dikaitkan,” ucap Johan.

Oleh karenanya, ia minta kepada pihak mana pun untuk tidak langsung mengaitkan permasalahan yang terjadi pada Presiden Jokowi. Menurutnya terkait media asing yang dinilai bohong oleh pihak Demokrat, sebaiknya langsung konfirmasi kepada Asia Sentinel.

“Jangan belum apa-apa langsung dikaitkan, kasihan Pak Presiden kita ini sedang bekerja keras,” kata Johan. (AND/CNN)