Nizar Zahro : Tegaskan Pancasila Final Tidak Usah di Perdebatkan Kembali

oleh -51 views
Sosialisasi 4 pilar berbangsa oleh anggota MPR Nizar Zahro. (andonesia.com)

Surabaya,Andonesia.com – Anggota MPR RI, Nizar Zahro kembali memberikan penegasan bahwa Pancasila sudah final sebagai dasar dan ideologi negara indonesia.

”  Pancasila ini sudah final sebagai dasar dan ideologi negara, tidak perlu diperdebatkan lagi,” tukas Nizar Zahro saat acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema  ” Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika” atas  Kerjasama MPR RI dengan di INDOP Institute di Gedung Astranawa. Surabaya. Sabtu (30/03/2019).

Meskipun, lanjut anggota DPR RI asal Fraksi Garindra ini, di Indonesia penduduknya mayoritas umat Islam, akan tetapi dalam konteks bernegara maka patokan dan landasannya adalah Pancasila sebagai dasar Negara.

Selain itu, kata Nizar pilar Kebangsaan yang berikutnya adalah Undang-undang Dasar RI tahun 1945. Nizar, menjelaskan bahwa UUD 1945 merupakan sumber hukum di Negara Indonesia yang menjadi rambu atau aturan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Nizar menambahkan bahwa empat pilar yang seterusnya adalah kita juga sudah bersepakat bahwa bentuk Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dan yang ke empat, kata Nizar dari berbagai penduduk Indonesia yang majemuk, terdiri dari berbagai suku, bangsa dan agama, tapi kita disatukan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Selain menyampaikan soal materi empat pilar Kebangsaan, Wakil rakyat asal Dapil Madura ini juga menyampaikan permohonan maaf karena dirinya sempat terlambat hadir ke tempat acara dan juga menyampaikan permohonan maaf Wakil Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani yang tidak bisa hadir pada acara tersebut.

Tampak, ratusan peserta yang hadir dari berbagai kalangan di Kota Surabaya begitu antusias menyimak apa yang disampaikan narasumber. Tak hanya dihadiri warga biasa, acara tersebut juga tampak dihadiri oleh perwakilan anggota DPRD Kota Surabaya asal Fraksi Garindra, dan Hendro T. Subianto sebagai perwakilan dari INDOP Institute.