Erick Thohir Salah Alamat

oleh -137 views
Erick Thohir Salah Alamat
Gambar: Erick Thohir lagi mikir

OPINI, ANDONESIA.COM – Menempatkan Erick Thohir seolah-olah berhadapan dengan Sandiaga Salahudin Uno di samping merupakan hayalan lebay, juga hal itu seperti tanda-tanda orang yang lagi kebingungan mencoba-coba mencari gelombang radio, supaya dapat frekwensi yang pas.

Karena pertarungan Sandi Uno sesungguhnya bukan lah dengan Erick Thohir tapi dengan KH Maruf Amien.

Erick Thohir tidak lebih hanyalah tenaga profesional pemenangan dan bukan pesaing PADI ( Prabowo Sandi).

Kekalahan kubu GABAH dalam strategi pasangan capres dan cawapres adalah karena terkecoh, disangkanya oposisi akan memajukan UAS tapi ternyata Sandi si anak muda trengginas kreatif yang sukses dalam bisnis.

KH MA bagaimana pun hendak dipulasnya, tetap bukan lawan Sandi di bidang isu ekonomi, karena Sandi bukan saja lulusan Amerika tapi juga praktisi bisnis yang sukses, kalau mau juga ketika itu Jokowi memilih ET sebagai cawapresnya baru imbang.

Tapi susu sudah tumpah, kini ET telah sebagai managament campaign. Ok lah tidak apa-apa untuk menutup lubang yang menganga itu, meskipun akan sangat sulit ditambalnya. “Loh mengapa kok sulit?”.

Karena rakyat sekarang sudah tidak memikirkan PADI menang atau kalah, tapi bagi rakyat yang terpenting adalah ganti presiden. Beda penekanan beda hasil bukan?

Kondisi ekonomi adalah kondisi bahasan utama pemilihan presiden dan bukan soal ulama non ulama.

Taruhlah ET kemudian berhasil menggeser isu agama dengan isu ekonomi, tapi dengan begitu berarti penempatan KH MA sebagai sesuatu yg mubazir, karena meski KH MA sebagai prof ekonomi syariah tapi rakyat lebih melihat KH MA bukanlah figur ekonomi tapi ulama.

Bila begitu maka KH MA nantinya akan cenderung menjadi figur yg mubazir berbeda dengan JK ketika itu. Tentu saja nanti pencitraannya akan dibuat sedemikian rupa agar KH MA berwajah ekonom, tapi rakyat akan menyaksikan kelucuan-kelucuan, karena baju ekonomi yg dikenakan KH MA pastinya akan terlihat kedodoran.

Lagi pula bagaimana caranya ET melakukan manuver politik seperti itu, karena kapasitas ET hanyalah pengelola seni panggung tidak lebih dari itu.

Lalu memainkan isu politik? Bukanlah ET alamatnya, malah lebih tepat bila Ngabalin. Memulas Ngabalin mungkin bisa dilakukan ET.