Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Dicoblos, PDIP Harus Berterima Kasih kepada Andi Arief

oleh -310 views

Jakarta, andonesia.com – Kabar tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok menimbul polemik tersendiri. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengecam kicauan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, yang turut meramaikan informasi tersebut.

Bahkan Hasto menyebut pernyataan Andi provokatif dan layak untuk diproses hukum.

“Pernyataan saudara Andi sangat provokatif, cermin kekerdilan jiwa, mental prejudice, dan sangat berbahaya. Pernyataan jalanan tanpa dasar tersebut sudah memenuhi delik hukum untuk dipersoalkan,” ucap Hasto, Kamis (3/1/2019).

Hasto kemudian mengingatkan Andi agar tak lagi berhalusinasi soal adanya kecurangan dalam pemilu. Ia meminta Andi tak menyamakan situasi politik di 2019 dengan 2009.

“Saudara Andi Arief juga harus ingat ini tahun 2019, sehingga jangan berhalusinasi terjadi kecurangan masif seperti tahun 2009, ketika pimpinan KPU saat itupun ditawari masuk ke jajaran teras elite kekuasaan. Jadi simpan seluruh skenario berpikir curang dengan referensi masa lalu,” tambah Hasto

Kabar soal tujuh kontainer surat suara yang tercoblos itu tersebar di grup WhatsApp sejak sore. Dan menjadi ramai ketika diungkap Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief lewat akun Twitter @AndiArief__.

KPU bersama Bawaslu, Rabu (2/1), langsung mengecek ke lokasi yang disebutkan berada di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dari hasil pengecekan langsung ke lokasi, KPU memastikan kabar yang beredar di media sosial (medsos) itu bohong atau hoax. Respons cepat KPU tersebut mendapat sambutan positif Andi Arief.

Mendapat kecaman dari Hasto, kelega Andi Arief Partai Demokrat buru membelanya. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Rachland Nashidik, Hasto seharusnya perlu belajar menanam dan memelihara rasa terimakasih atas pernyataan Andi Arief.

“Andi Arief justru membantu kubu petahana, yang jadi sasaran kecurigaan, dengan meminta KPU mengecek kebenaran berita yang katanya sudah beredar kemana-mana itu,” ucap Rachland.

Padahal, sambung Rachland, seharusnya kubu petahana yang lebih dulu mengambil langkah benar tersebut, yakni meminta KPU segera melakukan pengecekan.

“Bukan mendiamkan dan lalu menarik keuntungan politik dengan justru mengecam orang lain yang melakukan tugas sebagai active citizen,” tambah Rachland.

Hasto sebelumnya menyebut kicauan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, yang turut meramaikan informasi tersebut adalah tindakan provokatif dan layak untuk diproses hukum.

Menurut Rachland, langkah cepat tanggap Andi Arief juga membantu masyarakat luas dalam menyetop desas desus dan hoax.

“Bayangkan bila di tengah sikap diam kubu petahana, tak ada orang yang berani menggedor perhatian KPU dengan mengambil resiko disalahpahami. Desas desus akan makin menjalar meluas dan memprovokasi kecurigaan warga. Bisa bisa KPU jadi sasaran kemarahan warga. Kita semua tak menghendaki hal itu,” tandasnya.