KKN STKIP PGRI Sumenep, Membangun Ekonomi Kerakyatan

oleh -357 views

SUMENEP – Di era Industri 4.0 KKN STKIP PGRI Sumenep, secara sigap menanggapi Ekonomi yang berbasis kerakyatan. Dimana dengan memanfaatkan Sumber daya Alam ( SDA ) sekitar. Sabtu 2 September 2018.

Desa Larangan Kerta yang menjadi salah tempat KKN STKIP PGRI Sumenep, sangat berharap dengan adanya mahasiswa dapat memberikan Sumbangsi perubahan atau hal baru dalam tubuh sosial Masyarakat. Seperti di daerah lain, masih ada banyak Masyarakay yang membutuhkan pembinaan dan bimbingan dalam mengembangkan Ekonomi kerakyatan.

Mengingat sekarang sudah memasuki persaingan Industri yang makin ketat, tentu persoalan Ekonomi menjadi salah satu yang sangat vital. Maka diperlukan sebuah terobosan-terobosan kreatif dan inovatif untuk membekali masyarakat dalam berpikir cerdas untuk membangun Ekonominy sendiri.

Langkah KKN STKIP PGRI Suemenep, Larangan Kerta. Adalah sangat tepat dengan memberikan pelatihan Pembuatan kerupuk Marongghi ( Kelor ) sebab di desa Larangan terdapat banyak Tumbuhan yang bagi masyarakat madura tersebut sering dijadikan olahan sayur.

Pada pelatihan tersebut, dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat, yang terkwakilkan oleh ibu-ibu. Respon masyarakt ternyata cukup antosias dalam mengikuti pelatihan. Bukan hanya soal produksi tapi bagaimana nanti Masyarakat juga bisa mengembangkan usaha pembuatam kerupuk Marongghi ini jadi ciri khas ( _Brand_) Desa larangan Kerta, secara Luas kecamatan Batu Putih.

“Kami harap, nanti masyarakay di sini bisa membangun Ekonomi mandiri berbasis kerakyatan. Kami juga mengharap masyarakat dapat berpikir kreatif untuk mengembangkan hasil dari pelatihan ini. Semisal Nanti juga akan ada produksi kemasan”. Papar perwakilan panitia, *Bahri* dalam sambutannya.

Dia juga menyampaikan bahwasanya, sekaranf Penting bagi Masyarakay untuk terus menelurkan inovasi-inovasi baru, utamanya dalam membangun Ekonomi Kreatif berbasis Kerakyatan dan Lingkungan. Permasalahan meludaknya Para TKI salah satunya disebabkan karena Masyarakat terlalu berpikir Instan dan tidak mau berpikir bagaimana memanfaatkan Sumber daya Alam ( SDA ) Di sekitar.