Sikapi Sindikat Ijazah Palsu, Wahid Maktub: Itu Pembohongan dan Pembodohan Publik

oleh
Abdul Wahid Maktub

Jakartaandonesia.com – Abdul Wahid Maktub, Staf Khusus Menristekdikti M. Natsir, membantah keras dirinya terlibat dalam dugaan sindikat jual beli ijasah di Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi.

Menurut dia, pemberitaan itu sengaja untuk menyudutkan dirinya. “Beritanya betul-betul penuh fitnah keji dan opini subjektif yang sangat deviatif dan distortif,” kata Wahid Maktub, Rabu (28/11), menanggapi pemberitaan Tirto.id.

Wahid Maktub lalu mengungkap bahwa wartawan Tirto.id sebenarnya meminta untuk wawancara masalah Pendidikan Tinggi Indonesia.

“Yang keluar malah sindikat ijazah palsu, ini terjadi pembohongan dan pembodohan publik,” tegas Mantan Dubes RI untuk Qatar ini.

Ia mengaku tidak pernah ikut campur dalam urusan kelembagaan. Ia hanya sekadar mengingatkan bila sudah sesuai aturan atau persyaratan tidak perlu dipersulit.

“Cuma itu saja, selebihnya saya tidak ikut apa-apa,” paparnya.

Atas pemberitaan itu, Wahid Maktub telah melaporkan media Tirto.id dan wartawannya, Mawa Kresna, ke Polda Metro Jaya, Jakarta.

Wahid Maktub menguasakan kepada pengacara M Sholeh Amin, IIM Abdul Halim, Yasir Arafat dan Falaki K. Muhammad untuk melaporkan tirto.id dan Mawa Kresna ke polisi.

“Pasal yang digunakan 310 ayat (1) KUHP atau 311 ayat (1) KUHP dan UU ITE,” demikian bunyi soft file surat kuasa, yang diterima redaksi.

Sebelumnya, wartawan tirto.id Mawa Kresna menjelaskan bahwa sudah menyampaikan kepada Wahid Maktub agar memberikan hak jawab kalau memang ada kekurangan dalam keberimbangan berita.

Pemimpin Redaksi cum Penanggung Jawab Tirto.id, Sapto Anggoro mengatakan, menyesalkan upaya yang dilakukan dengan ancaman. Justru menghargai dengan upaya hukum.

“Apalagi ini masalah pemberitaan, harus melalui mekanisme sesuai kode etik dengan mengajukan keberatan. Bila tidak puas bisa dimediasi melalui Dewan Pers sebagai lembaga resmi pemerintah,” ujar Sapto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *