Surat Terbuka kepada Kepolisian

oleh -91 views

Sudah banyak bukti, ada timbul kesadaran para bhayangkara negara atas kesalahan fundamental dari posisi dan tindakan kepolisian terhadap rakyatnya, sebagian membuat senior polisi dan adik junior polisi yang mulia mulai bergeser bahwa lembaga ini tidak boleh diperalat untuk urusan hak politik warga dan pilihan politik yang bebas termasuk dalam mengisi negara Pancasila ini.

Kita harus menyadarkan kepolisian untuk tidak melakukan sesuatu atas komando dalam pandangan yang salah dalam mengayomi dan melayani masyarakat, mereka bukan musuh dan penjahat. Masalah aspirasi politik dan pandangan politik tidak dapat diadili oleh hukum positif. Persuasi, edukasi dan dialog serta konsensus harus dibangun melalui diskursus kenegaraan.

Bukan pula kemudian polisi melanggar HAM seperti dituduhkan kepada ABRI masa lalu atas kesalahan posisi dan tindakan yang dilakukan dalam menangani hak politik warga. Hentikanlah, kembalilah pada tugas muliamu bukan menjadi ‘satpam’ kekuasaan politik.

Jauhkan lembaga ini dari penghambaan kepada pemerintah, tetapi jadilah sejatinya pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat dalam menegakkan proses hukum, bukan kepolisian yang mengadili dan menentukan salah atau benar seorang warga dalam melakukan hak-hak politik, karena itu urusan demokrasi.

Keramaian bukan kejahatan, keberpihakan politik kepada opisisi bukan kesalahan, mengkritik pemerintah adalah keharusan, meminta pertanggug jawaban yang diberi amanah itu hak warga. Polisi adalah polisi, siapapun pemerintahnya. Polisi bisa menangkap aparat dan penjabat pemerintah yang melakukan penyalahgunaan wewenang dan melanggar hukum, tatapi polisi tidak bisa menangkap warga yang melihat ada gejala tidak sehat dari penyelenggara negara dan melakukan demonstrasi untuk menyatakan pandangannya atas regulasi dan kebijakan pemerintahan.

Saatnya polisi ku sayang kembali kepada pangkal tugas semula yang mulia sebelum terlambat. (*)

Jakarta, 14 September 2018

Adib Zain, Pegiat Investigasi Publik