Survei LSI: Gandeng Ma’ruf Amin, Elektabilitas Jokowi Justru Jeblok

oleh -235 views
Joko Widodo dan Ma'ruf Amin

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei efek bakal calon wakil presiden terhadap elektabilitas calon presiden di Pilpres 2019.

Hasilnya cukup mengejutkan. Elektabilitas Joko Widodo atau Jokowi justru semakin tergerus turun setelah memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya. Sementara elektabilitas Prabowo Subianto justru naik setelah menggandeng Sandiaga Uno.

Sebelum berpasangan dengan Ma’ruf Amin, elektabilitas Joko Widodo mencapai 53,6 persen. “Namun, saat dipasangkan Jokowi-Ma’ruf Amin, elektabilitasnya turun menjadi 52,2 persen,” kata peneliti senior LSI Denny JA Adjie Alfaraby di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Kehadiran ketua umum MUI ini ternyata tidak hanya tidak memberikan banyak pengaruh suara. Justru sebaliknya semakin menggerus.

“Ada tren penurunan yang terjadi pada elektabilitas Jokowi ketika berpasangan dengan KH Ma’ruf. Sebaliknya elektabilitas Prabowo naik ketika berpasangan dengan Sandiaga Uno,” ujarnya.

Menurut Adjie, penurunan pemilih Jokowi terjadi di beberapa segmen, yakni pemilih non-Muslim (22,8 persen), pemilih kaum terpelajar (40,4 persen), dan pemilih pemula (7,6 persen).

Jika tidak berpasangan dengan Ma’ruf Amin, Jokowi mendapatkan elektabilitas 70,3 persen. Tetapi saat berpasangan dengan Ma’ruf elektabilitasnya turun menjadi 47,5 persen.

“Pemilih nonmuslim, Jokowi 70 persen. Masuknya Ma’ruf membawa sentimen negatif di pemilih nonmuslim,” ungkapnya.

Di kalangan kaum terpelajar elektabilitas Jokowi juga turun sejak bersandingan dengan Ma’ruf. Dari 50,5 persen menjadi 40,4 persen. Pada pemilih pemula elektabilitas Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga turun menjadi 39,5 persen.

Semula elektabiltas Jokowi di kalangan pemilih pemula sebanyak 47,1 persen dan setelah berpasangan menjadi 39,5 persen. “Tapi Ma’ruf Amin mengurangi dukungan pemilih pemula,” tukasnya.

Hal sebaliknya terjadi pada Prabowo. Tanpa disandingkan dengan Sandiaga, elektabilitas Prabowo sebesar 28,8 persen. Namun, saat disandingkan dengan Sandiaga Uno, elektabilitas justru naik menjadi 29,5 persen.

Kenaikan elektabilitas Prabowo disebabkan terjadi kenaikan pada segmen pemilih perempuan (4,8 persen), pemilih pemula (5,3 persen), dan segmen kaum terpelajar (7,1 persen).

Survei LSI ini dilakukan dengan metode multistage random sampling pada 1.200 responden sejak 12-19 Agustus 2018. Metode wawancara tatap muka dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.